Hot Stone Pedicure Mencerahkan Kulit Kaki

Posted in News


Warning: Creating default object from empty value in /home/suntikp2/public_html/wp-content/plugins/linklaunder-seo-plugin/nusoap.php on line 75

Punggung kaki merupakan bagian yang sering terpapar sinar matahari sehingga lebih sering terbakar dan hitam. Hal tersebut membuat kulit kaki Anda terlihat belang. Treatment hot stone pedicure, yang merupakan terapi penyembuhan kuno yang menggunakan batu panas mampu mencerahkan kulit punggung kaki Anda yang menghitam karena terbakar sinar matahari. Seperti apa treatment-nya?

Kulit bagian punggung kaki kerap diabaikan perawatannya, padahal bagian tersebut juga rentan mengalami masalah kulit yang terbakar dan menghitam akibat paparan sinar matahari langsung. Akibatnya kulit di bagian punggung kaki warnanya menjadi lebih gelap, sementara kulit punggung kaki yang tertutup sepatu berwarna lebih cerah. Tentu hal tersebut membuat Anda tak percaya diri menggunakan sepatu ataupun sandal terbuka.
Untuk mengatasi warna kulit yang menghitam biasanya banyak orang menggunakan berbagai krim atau lotion pemutih. Alternative lainnya yang dapat Anda gunakan adalah dengan terapi hot stone pedicure yaitu metode pedicure yang menggunakan media hot stone atau batu yang dipanaskan.

Hot Stone Pedicure. Dijelaskan oleh dr. Kristin Indrati, SpKK, dokter  spesialis kulit dan kelamin, batu yang biasa digunakan adalah batu basalt, batu kali, batu giok, dan batu permata. Batu digunakan dalam terapi karena batu mempunyai energy yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan.

Penggunaan batu panas untuk terapi sudah digunakan sejak 2000 tahun lalu di negeri China, yang saat itu digunakan untuk memperbaiki organ dalam tubuh. Sesudah itu penggunaannya  menyebar ke Amerika, Afrika, Eropa, Mesir dan India yang menggunakan batu sebagai media bantu untuk kesehatan. Sementara batu yang digunakan adalah batu basalt yang tergolong batu gunung berapi, karena memiliki kandungan elemen besi yang tinggi dan mampu menahan panas dalam waktu cukup lama.

Dalam terapi hot stone pedicure ini media yang digunakan tak hanya batu, tetapi saat pemijatan menggunakan minyak esensial seperti rumput laut, geranium, bergamot dan lavender, serta menggunakan bahan-bahan scrub yang dapat membantu membuang sel-sel kulit mati dan memperbaiki sirkulasi darah. Untuk hot stone pedicure banyak digunakan minyak esensial lavender yang bermanfaat untuk kulit yaitu mencegah keriput, mengatasi bekas luka, mendorong regenerasi kulit, menenangkan kulit, merangsang sirkulasi pada kulit serta menenangkan system saraf.

Manfaat dari hot stone pedicure adalah meningkatkan sirkulasi darah. Aplikasi panas dari batu alam akan memberikan efek vasodilitasi atau melebarkan pembuluh darah sehingga bersama-sama dengan efek pencernaan darah, akan meningkatkan penyediaan oksigen melalui system sirkulasi. Hal tersebut dapat meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan respon inflamasi atau peningkatan migrasi sel-sel lekosit ke daerah tersebut, mampu mengurangi rasa nyeri, mengurangi kejang otot, melembutkan jaringan meningkatkan suhu tubuh.

Kombinasi dari panas dan kandungan energetic dari batu serta pijatan yang dilakukan menghasilkan rasa nyaman. Seperti diketahui, pada kaki terdapat banyak saraf-saraf yang terhubung dengan seluruh tubuh. Terapi ini dipercaya dapat melepaskan lela dan stress setela seharian bekerja karena panas dari batu dapat meresap ke dalam otot. Di samping itu, uap panas yang dihasilkan dari batu dapat mengikat racun-racun yang ada di otot kaki. Selain bermanfaat untuk kulit, terapi hot stone pedicure juga bermanfaat untuk membantu mengatasi arthritis, depresi dan kecemasan.

Terapi hot stone pedicure membutuhkan waktu selama kurang lebih satu jam. Seperti halnya treatment  pedicure lainnya, hot stone pedicure diawali dengan merendam kaki di air hangat dan kutikula dibersihkan, kuku dipotong dan mengurangi penebalan kulit di telapak kaki. Selanjutnya kaki dibaluri minyak esensial atau minyak pijat, lalu kaki dicelupkan pada wax paraffin hangat yang bermanfaat untuk melembabkan dan melembutkan kulit.

Setelah selesai, kaki diangkat dan dikeringkan. Berikutnya batu yang telah dipanaskan, diselipkan di sela-sela jari kaki. Sementara batu yang lainnya digunakan untuk memijat kedua kaki secara bergantian. Sesudah itu kaki dibungkus dengan handuk hangat selama 7-10 menit. Selain terapi, yang terpenting agar kulit punggung kaki tidak terbakar atau menghitam sebaiknya memakai tabir surya setiap empat jam sekali.

Untuk Punggung. Tak hanya untuk punggung kaki, selama ini terapi hot stone lebih populer digunakan di punggung tubuh. Dijelaskan oleh Dina Mariana, terapis hot stone, hot stone pada punggung dapat merealisasikan tubuh, memberikan rasa tenang setelah beraktivitas dan meregangkan otot-otot yang kaku sehingga aliran dara menjadi lancer. Jika tubuh rileks maka akan membuat aura terpancar dari dalam, serta metabolisme lebih bagus dan kulit lebih cerah.

Untuk punggung, terapi hot stone dilakukan dengan cara menekan hot stone pada titik-titik tertentu. Sebelumnya batu diletakkan pada punggung, tubuh diolesi minyak esensial atau minyak zaitun untuk menstimulasi energy panas dari batu hot stone. Sebelum digunakan batu dipanaskan di dalam steamer air mineral dengan suhu 180 derajat Celcius. Dalam posisi tengkurap, selanjutnya masuk ke dalam tahap pemijatan.

Proses pemijatan dilakukan mulai dari kaki bagian belakang menggunakan tangan, sembari dipijat batu hangat berukuran besar diletakkan di bagian kaki. Sesudah itu dipijat punggungnya dan batu panas berukuran sedang diletakkan di punggung. Selanjutnya pemijatan tahap kedua yang dimulai dari kaki menggunakan batu hangat. Lalu batu diletakkan di bagian lutut, telapak kaki, perut dan dada.

Sesudah selesai bagian belakang, Anda berbalik dan dipijat bagian depan dengan posisi telentang. Pemijatan diawali dari kaki, perut, tangan dan kepala menggunakan hot stone.

Untuk mendapatkan manfaat dari terapi hot stone, sebaiknya terapi ini dilakukan rutin dua hari seminggu. Untuk hot stone pedicure setelah tiga kali terapi yang dilakukan secara rutin, umumnya hasilnya sudah terlihat yaitu kulit kaki yang menghitam perlahan-lahan akan menjadi cerah.

Yang Harus Diperhatikan. Karena terapi hot stone melancarkan peredaran darah dan meningkatkan metabolism tubuh, maka sebaiknya satu jam sebelum menjalani terapi Anda tidak makan makanan berat seperti nasi atau gorengan agar hasilnya lebih sempurna. Sesudah terapi Anda tidak boleh langsung mandi karena pori-pori kulit masih terbuka dan biarkan metabolism tubuh bekerja. Jika ingin mandi, lakukan sesudah 30 menit.

Meski terapi ini termasuk terapi tradisional, namun perlu diperhatikan tidak semua orang boleh melakukannya. Menurut dr. Kristin, mereka yang mengalami masalah neuropati (orang yang tidak mempunyai rasa sakit pada tubuhnya), penderita diabetes, kelainan vaskuler perifer, hipertensi, serta pascatrauma pada saraf atau setelah operasi.

Di samping itu, wanita hamil tidak dianjurkan melakukan hot stone karena karena akan mengalami kenaikan suhu basal tubuh (suhu terendah yang dicapai tubuh selama istirahat, dalam keadaan tidur). Bagitu pula penderita sakit jantung yang menggunakan alat pacu jantung (pacemaker). Mereka yang sedang minum obat-obatan yang berefek samping terhadap panas, penderita kanker (yang sedang melakukan kemoterapi atau radioterapi), penderita gangguan system imun (lupus, HIV/AIDS), penderita luka bakar, psioriasis, dermatitis, eksim, jerawat dan herpes.

Produk sejenis